Ads

Random Posts

Lorem 1

Lorem 2

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Lorem 4

» » Mengejutkan Tenaga Medis Uganda memilih bekerja ke luar negeri, Krisis tenaga medis


Sektor kesehatan di Uganda kini sedang dirundung masalah besar. Sebab, ribuan dokter dan perawat mereka dibajak ke Libya dan dikhawatirkan terjadi krisis di dalam negeri. Jumlah tenaga medis Uganda direkrut oleh Libya mencapai 1,963 orang. Terdiri dari dokter, perawat, teknisi laboratorium.

Mereka tadinya berdinas di puskesmas dan rumah sakit umum serta swasta setempat. Mereka memilih berpaling mencari peruntungan di Libya lantaran negara itu sedang gencar membangun sektor kesehatan. Lagipula kondisi di Uganda juga sulit. Sayangnya, pemerintah Uganda juga tidak bisa mencegah eksodus tenaga medis mereka, dan tak punya rencana buat mengantisipasi jika terjadi sesuatu di kemudian hari.

Mereka mendesak pemerintah Uganda mengadakan moratorium sementara buat mencegah eksodus tenaga medis ke Libya. Perwakilan lembaga Amref Health Africa, Dona Anyona, menyatakan langkah pemerintah Uganda membiarkan ribuan tenaga medisnya pindah bukan langkah yang baik. Sebab, mereka tidak memperhitungkan dampaknya.

Sistem kesehatan di Uganda memang sangat buruk. Kelangkaan tenaga medis terjadi di mana-mana. Mereka juga dihadapkan pada fasilitas minim, tanpa akomodasi dan transportasi memadai, dan juga banyak yang upahnya kecil dan belum dibayar berbulan-bulan. Obat-obatan berkualitas juga sulit didapat.

Dari riset pada 2015, baru 69 persen posisi tenaga medis di seluruh institusi kesehatan terisi. Sedangkan dari data didapat tiga tahun sebelumnya, perbandingan antara jumlah dokter dan pasien ada di angka 1:24,275. Sedangkan rasio perawat dan pasien mencapai 1:11 ribu. Kalau merujuk pada rekomendasi, idealnya seorang tenaga medis paling banyak menangani seribu pasien.

Kebijakan pemerintah Uganda membiarkan tenaga medisnya memilih bekerja di luar negeri pernah digugat tiga tahun lalu. Hingga kini perkaranya masih berjalan. Kebanyakan perekrut adalah agen tenaga kerja lokal yang langsung membikin kontrak dengan negara dituju, tanpa melalui perantara pemerintah.

Sarah mengakui sebegitu parahnya layanan kesehatan di Uganda. Dia mengatakan institusi kesehatan yang ada tidak bisa mempekerjakan lulusan baru sekolah kedokteran, keperawatan, atau farmakolog karena tidak punya uang buat membayar gaji. Meski sudah mencoba berbagai cara, seperti memberikan beasiswa, hal itu tidak berhasil.

Russell mengatakan paling tidak ada beberapa faktor mengapa layanan kesehatan di Uganda sangat buruk. Yakni pemerintah enggan menggaji tenaga medis dengan upah yang layak, pekerja medis tidak dikirim ke lokasi paling membutuhkan, dan peralatan yang membikin mereka kesulitan menjalankan tugas.

About Jesica Liem

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
This is the most recent post.
»
Previous
Older Post

1 comments